Malaysia Perketat Regulasi Ekspor Chip AI Terkait Kekhawatiran Penyelundupan ke China

 


ASTACITA - Pemerintah Malaysia kini mewajibkan izin ekspor untuk chip kecerdasan buatan (AI) berkinerja tinggi asal Amerika Serikat, sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penyalahgunaan dan pengalihan teknologi sensitif ke negara lain, termasuk China. Kebijakan ini diterapkan di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penyelundupan chip melalui jalur tidak resmi.

Mulai berlaku segera, eksportir—baik individu maupun perusahaan—harus memberitahukan niat pengiriman kepada pemerintah setidaknya 30 hari sebelum ekspor dilakukan. Selain itu, mereka juga diwajibkan melapor jika memiliki kecurigaan yang masuk akal bahwa produk mereka akan digunakan untuk kegiatan ilegal. “Malaysia tidak akan mentolerir penyalahgunaan yurisdiksinya untuk perdagangan ilegal,” tegas Kementerian Perdagangan dan Industri Malaysia.

Langkah ini disebut sebagai respons terhadap tekanan dari Amerika Serikat, yang sejak 2022 telah membatasi penjualan chip AI canggih ke China. Washington mendesak Malaysia untuk mencegah penyelundupan chip ke China melalui perantara lokal. Meskipun demikian, kementerian belum memberikan pernyataan apakah kebijakan ini diambil secara langsung atas permintaan AS.

Pada Maret lalu, pemerintah Malaysia telah mengumumkan akan memperketat regulasi terhadap industri pusat data yang tumbuh pesat. Banyak dari infrastruktur ini mengandalkan chip dari perusahaan seperti Nvidia. Kebijakan baru ini bertujuan untuk “menutup celah regulasi,” kata kementerian, sembari mempertimbangkan untuk memasukkan chip AI ke dalam daftar barang strategis berdasarkan Undang-Undang Perdagangan Strategis negara tersebut.

Isu penyelundupan chip juga menjadi perhatian regional, termasuk dalam kasus hukum di Singapura. Jaksa mendakwa tiga orang atas tuduhan menyesatkan pelanggan terkait tujuan akhir server AI yang dikirim dari Singapura ke Malaysia, yang diyakini mengandung chip Nvidia. Namun, Malaysia menyatakan belum menemukan bukti pelanggaran dalam pengiriman tersebut dan akan terus mengawasi dugaan praktik serupa.

Sebagai pemain penting dalam rantai pasok teknologi AI global, Malaysia menjadi lokasi strategis bagi perusahaan-perusahaan besar seperti Oracle untuk memperluas infrastruktur pusat data mereka. Negara ini mencatat lonjakan impor komponen chip pada April 2025, bertepatan dengan rencana AS yang akan mulai mewajibkan lisensi ekspor chip AI ke berbagai negara, termasuk Malaysia.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak