UGM Perketat Prosedur, Diikuti 34.627 Peserta Ujian Mandiri

Featured Image

Peningkatan Pengawasan dalam Pelaksanaan Ujian Mandiri UGM CBT 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memperketat prosedur validasi identitas dan sistem pengawasan dalam pelaksanaan Ujian Mandiri UGM Computer Based Test (UM UGM CBT) 2025. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik kecurangan selama proses seleksi, sehingga menjaga kredibilitas dan integritas sistem penerimaan mahasiswa baru.

Proses seleksi yang transparan menjadi prioritas utama bagi UGM dalam mencari calon mahasiswa unggulan dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 34 ribu orang, sistem seleksi harus berjalan secara akurat, adil, dan bebas dari manipulasi.

Validasi Identitas yang Ketat

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro menjelaskan bahwa berbagai potensi kecurangan telah diantisipasi melalui sistem validasi ganda. Sistem ini diterapkan seragam di semua lokasi ujian, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Petugas di lapangan juga telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mengenali potensi kecurangan dan melakukan verifikasi berlapis.

Peserta yang hadir harus membawa kartu ujian asli, kartu identitas diri seperti KTP atau paspor, serta dokumen pendukung seperti ijazah atau surat keterangan lulus yang memuat foto dan identitas. Selain itu, UGM juga menyiapkan metal detector dan melakukan pengecekan fisik untuk memastikan tidak ada perangkat mencurigakan dibawa peserta ke dalam ruang ujian.

Pengawasan yang Terstruktur

Pengawasan ruang ujian dilakukan secara ketat oleh tim pengawas yang telah dibekali panduan standar operasional. Setiap sesi ujian dipantau dalam sistem tertutup untuk menjaga ketertiban dan mendeteksi pelanggaran sejak dini. UGM bahkan menyediakan seluruh alat tulis di lokasi, sehingga peserta tidak perlu membawa barang pribadi yang bisa disalahgunakan.

Direktur Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Gandes Retno Rahayu menambahkan bahwa semua proses verifikasi peserta dan koordinasi teknis dilakukan secara terpusat dan tersistem. UGM juga membangun sistem koordinasi digital agar seluruh panitia di lapangan dapat merespons situasi secara cepat dan seragam. Hal ini menjadi bukti bahwa profesionalisme menjadi standar utama dalam pelaksanaan seleksi di UGM.

Penolakan terhadap Peserta Tidak Memenuhi Syarat

Selama pelaksanaan, ditemukan satu kasus peserta yang mencoba masuk tanpa kelengkapan dokumen sesuai prosedur, dan telah ditindak sesuai ketentuan. Penolakan terhadap peserta yang tidak memenuhi syarat merupakan bagian dari komitmen menjaga integritas sistem seleksi. UGM menegaskan tidak ada toleransi terhadap bentuk kecurangan dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Pelaksanaan Ujian dan Materi Tes

Pelaksanaan UM UGM CBT 2025 melibatkan 34.627 peserta yang terbagi di dua lokasi, yakni Yogyakarta dan Jakarta. Ujian dilaksanakan dalam beberapa sesi antara 1–5 Juli di Yogyakarta, dan 7–12 Juli di Jakarta. Setiap sesi mengikutsertakan ratusan petugas yang bertugas dalam pengawasan, validasi, hingga tanggap darurat.

Keseluruhan sistem dirancang agar berjalan efisien namun tetap ketat, mengutamakan prinsip keadilan dan akuntabilitas. Materi tes tahun ini terdiri dari Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU), Tes Potensi, dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang terdiri dari 2 (dua) mata uji sesuai pilihan program studi calon mahasiswa. Pengumuman UM UGM CBT akan disampaikan pada 19 Juli 2025 mendatang.

Komitmen UGM terhadap Pendidikan Tinggi yang Adil dan Berintegritas

Seluruh upaya ini menjadi bagian dari prinsip dasar UGM dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang adil dan berintegritas. Dengan langkah-langkah yang ketat dan terstruktur, UGM menunjukkan komitmennya untuk menjaga kualitas dan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak