Dalam sambutannya, Wapres menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya penguatan program ketahanan pangan, termasuk swasembada gula.
“Kami sebagai pembantu Presiden ingin memastikan program-program visi-visi dari Pak Presiden bisa berjalan dengan baik. Salah satunya [sektor] pertanian, swasembada pangan,” ujarnya.
Wapres mengungkapkan bahwa Presiden telah memberikan instruksi langsung kepada para menteri agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi secara mandiri mulai tahun depan.
“Dari Pak Presiden sudah memberikan instruksi langsung ke Pak Menteri, tahun depan harus swasembada gula konsumsi. Dan juga di 2027, paling lambat 2028 kita harus benar-benar swasembada gula,” tegasnya.
“Ini menjadi PR bersama. Kami mohon kerja samanya Bapak-Ibu semua,” imbuhnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Wapres menekankan pentingnya adopsi teknologi modern di sektor pertanian. Salah satu upaya konkret adalah pemanfaatan mekanisasi berbasis digital, termasuk penggunaan drone untuk pemupukan dan penyemprotan tanaman.
“Jadi untuk peningkatan produksi tentu kita tidak bisa lepas dari yang namanya mekanisasi alat-alat modern. Jadi nanti ada ini, ya, Pak Dirut [PT Pupuk Indonesia], ya, demo penggunaan drone, ini saya kira baik sekali,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wapres mengajak agar transformasi teknologi pertanian juga melibatkan generasi muda. Ia menekankan perlunya peran aktif anak-anak muda dalam sistem pertanian modern yang berbasis teknologi.
